resep rahasia cara menjadi bahagia

Di bukunya Les Giblin sempat diulas, bahwa orang-orang yang ‘menderita’ akan memiliki rasa penghargaan yang rendah terhadap dirinya. Tipe orang-orang seperti itu akan mudah tersinggung, mudah marah, suka konfrontasi, suka mengintimidasi, dst. Ironisnya, ciri-ciri orang yang (secara tidak sadar) tidak bahagia dengan kehidupannya justru lebih banyak ditemukan pada orang-orang yang justru memiliki banyak kelebihan dibanding orang lain, diantaranya penghasilan lebih besar, punya rumah milik sendiri atau seharga ratusan juta, punya anak, punya istri, dst. Orang-orang yang dalam kategori secara secara tidak sadar hidup dalam ketidakbahagiaan, sebagian besar adalah mereka yang membuat sederet keinginan-keinginan yang sebetulnya malah membuat hidup mereka tertekan diantaranya punya target pengen punya mobil (lebih) bagus, pengen punya rumah yang (lebih) besar, pengen punya jabatan (lebih) tinggi, pengen punya gaji (lebih) besar, membuat target bahwa penghasilan tahun ini harus tercapai sekian, dst.
.
Banyak orang berpikir bahwa uang yang banyak akan membuat mereka bahagia, padahal kebahagiaan adalah bagaimana cara menikmati, bukan bergantung pada pada apa yang dimiliki. Coba lihat, salah satunya adalah profesi office boy yang bergaji sangat rendah tapi mereka mudah tertawa, mudah melemparkan sapa, dengan polosnya menunjukkan apa yang mereka sukai, mudah berinteraksi dengan siapa saja. Orang-orang yang bahagia justru akan tergambar dari sikapnya yang bersahabat, mengutamakan hubungan baik, tutur kata yang santun, senyum ramah, menurunkan ego demi kepentingan bersama, dst.
.
Orang yang berbahagia punya bakat jadi orang kaya, tapi orang kaya belum tentu bahagia. Karena kalau anda bahagia, orang di sekeliling anda akan merasa nyaman. Efeknya, anda akan jadi orang pertama yang akan diberi pekerjaan menarik, anda akan jadi orang pertama yang diingat untuk diberikan oleh-oleh, anda akan jadi orang pertama yang dikangenin, dst.
.
Nggak salah kalo ada yang bilang, orang yang hidupnya bahagia akan berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Kalau mau bahagia, banyak-banyak bersyukur pada apa yang sudah kita miliki. Coba ingat, anda punya anak sementara diluar sana banyak orang yang bersedia melakukan apa saja agar bisa punya anak. Anda punya istri yang tubuhnya gembrot dan cerewet atau anda punya suami yang kepalanya botak dan tidurnya suka mendengkur, sementara diluar sana banyak orang yang berharap punya suami/istri yang setia. Anda punya banyak hal yang diinginkan oleh orang lain, anda lebih kaya.
.
 
.
Facebook Comments